bahagia dia tak purnama

June 29, 2010

Malam purnama di 28 Juni 2010…

malam ini purnama bulan sedikit memudar. Apakah ini pertanda? ya, ini ternyata pertanda..kebahagianku tak pernah membulat sempurna seperti bundarnya bulan dikala purnama..
dia…ya, dia lah..kekasihku.dia yang menciptakan harapan bagiku, tapi dia pula yang kini membenamkan harapanku…
awalnya aku tak pernah menyangka semuanya menjadi seperti ini..
dia ingin aku bisa menerima kekurangan, maka aku berusaha,…
aku bisa menerima semua kekurangan, tapi aku tak bisa menerima kekecewaan..
terlebih dari itu semua, aku sedang, masih, dan (insya Allah) terus sayang kepadanya.
Malam purnama 28 Juni 2010 ini, tak kusangka bidadari kecilku datang tiba2. Hatiku masih merasa tak percaya, bahwa semua pengorbanan yang dia lakukan demi datang bertemu aku. Rasa khawatir yang pertama kali aku rasakan ketika aku tahu ia datang ke tempatku adalah keselamatan dia. Aku benar-benar khawatir!!! Sebab, langit sudah memakai jubah hitamnya. Mungkin aku terlalu sayang padanya. Tapi, aku tak mau menunjukkan hal itu. Dan, aku terasa lemah melihat peluh wajahnya. Terpaksa aku membisu, berdiam diri walaupun hati terus memilu melihat dirinya yang sedang kelelahan. Ingin rasanya aku memarahinya untuk menutupi kegalauan aku. Ingin rasanya aku mengajaknya berbincang, berbagi tawa dan melepas kelelahannya. Tapi, aku sungguh tak bisa. Maaf, aku terpaksa untuk tidak melakukan itu semua. Tapi, dari semua yang aku lakukan.

Aku sayang kamu…

"She is my moon"

"She is my moon"

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.